Dua Sisi Kertas


Keberadaannya laksana langit dan bumi
Tidak boleh bertemu
Maka,
Gunung-gunung adalah sebuah fitrah
Agar tetap dibuat seperti itu adanya
Maka,
Gunung-gunung adalah sekat
Agar langit tetap indah dengan sejuta kuasa
Agar bumi dengan maha duniawinya,
Tetap menjadi tempat yang layak tersinggah

‘Dua yang tak mungkin bertemu’
Tidak boleh berbias,
karna tugasnya jelas
Patut kau imani,
agar sistem Ilahiyah berjalan harmoni

Namun,
Bagaimana dengan ‘dua yang tak mungkin bertemu’ lainnya?
Yang kuasanya jauh lebih kecil dari langit
Yang kebermanfaatannya tak lebih elok dari bumi

Sekatnya hanya laksana dua sisi kertas tipis
Yang tiap sisinya telah tergores dengan warna berbeda
Usahanya sederhana, sangat sederhana
Hanya mencoba,
mencari-cari warna yang sama
agar dapat saling menerima
atau merubah dwi warna,
menjadi tunggalan warna baru
Nan manis bersatu

Ah atau mungkin,
dapat lebih disederhanakan lagi
‘Dua yang tak dapat bertemu’
Adalah,
Dua sisi kertas tipis,
Sisi satu diwarnai dengan gaya pastel
Satu yang lainnya bergaya RBG
Hanya soal sifat tebal dan tipis,

Masihkah tak mungkin?



06 September 2018
Dalam perenungan,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Labil

Sesal

Seminar CORPUS LINGUA