Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Sesal

Terdengar suara riuh di gerbang belakang sekolah. Hal ini memaksa ku untuk segera beranjak menghampiri asal suara tersebut. Aku  membayar baso yang telah habis kumakan di kantin dan bergegas menuju tempat keributan. Setelah sampai, aku melihat kerumunan siswa yang terdengar seperti sedang menyoraki sesuatu. Aku menerobos kerumunan itu. Kudapati dua orang siswa yang jatuh tersungkur di depan gerbang. Kedua siswa malang itu dikerubungi oleh beberapa siswa yang menyorakinya. Barulah kutahu siapa biang onar atas kerusuhan ini. Dia siswa kelas 12IPS 3, Aldhi dan temannya yang tak asing lagi untukku, Ray. Sekejap darahku naik pitam. Lagi-lagi dia, pekikku dalam hati. “Sedang apa kalian?” tanyaku dengan nada tinggi. “Menurut mu sedang apa kami?” Ray balik bertanya dengan wajah tengil yang sangat kubenci. Anak itu selalu menyebalkan. Tidak pernah disiplin, selalu datang terlambat, semua semaunya. Lihat apa yang telah ia dan temannya lakukan, mereka merusak gerbang belakang sekolah ...