Mengukir Jejak
Lagi-lagi
dengan sangat malu ku rangkai tulisan ini. Tulisan yang seharusnya tidak ku
buat. Yang seharusnya tidak perlu ku tampakkan.
Untuk
apa? Hal ini terlihat bodoh dan sangat memalukan bukan?
Karna,
lagi-lagi soal ini. Lagi-lagi membahas hal yang sama. Lagi-lagi aku bercanda.
Maafkan
aku,
Aku
tidak dapat menjaga hati untuk kesekian kalinya. Aku tidak dapat menghentikan
ini. Aku tidak dapat mengubahnya. Berkali-kali kucoba, namun gagal. Aku gagal
melampauimu, duhai.
Aku kalah. Dan ku akui itu.
Maafkan
aku,
Aku
benar-benar telah mencoba. Meracuni hatiku, memasung kedua tanganku. Menutup
mata dan menulikan telinga. Agar hilang semua, tak berbekas. Agar musnah semua
yang tertinggal.
Aku
benar-benar telah mencoba..
Memohon
agar tidak mengingat, agar lupa.
Namun
ternyata, lupa adalah satu-satunya jalan untuk kembali ingat.
Dengan
lupa, aku hanya sedang mengukir jejakmu, untuk kembali ingat...
Maafkan
aku.
Komentar
Posting Komentar